Lanjut ke konten

Nggak Mau Antri ? Apa Kata Dunia ?

17 Mei 2011

Antri ? mendengar kata antri tentunya tak asing lagi di telinga kita, karena antri memang sudah biasa kita hadapi sehari-hari. Antri beli bensin, antri macet, antri naik lift, antri ketika di toilet, dsb. Rasanya aktivitas kita sehari-hari tak bisa dipisahkan dari antri. Nah yang menjadi pertanyaan apakah kita termasuk orang-orang yang mau antri?

Pada dasarnya antri bisa dikatakan ”sabar menunggu giliran”, memang hal ini bisa menjadi suatu hal yang menjemukkan ataupun menyenangkan. Menjemukkan karena kita memang tidak terbiasa antri/ tidak mau antri, atau kita memang sibuk/sok sibuk. Namun kondisi ini bisa menjadi hal yang menyenangkan bagi orang-orang yang memang bisa ”menikmatinya”. Disitulah tantangannya. Seperti orang memancing, yang sabar menunggu ikannya dan strikeeee…seperti di Mancing Mania, hahaha 🙂

Dan dari situasi antri inilah, bisa dijadikan ajang mencari rezeki bagi orang-orang yang mampu memanfaatkan celahnya, contohnya : calo STNK di samsat, pungli oleh oknum tertentu untuk mempercepat pelayanan publik, dan masih banyak lagi.

Melihat orang tidak mau antri, saya pun menjadi geregetan. Hal itu saya jumpai ketika mengurus surat pengantar di perusahaan pembiayaan untuk keperluan BPKB. Saya mewakili Bapak. Saya memang telat datang, jam 9 saya baru sampai di kantor dan sudah penuh sesak. Akhirnya tak ada pilihan lain kecuali antri dan menunggu panggilan. Sampai sekitar jam 11.30 saya masih belum dipanggil. Harus Sabar Kawan 🙂

Setelah itu, tiba-tiba ada seorang laki-laki bersama dengan istrinya datang (yang saya tahu dari satpam, dia bukan nasabah), cuma ingin menawar mobil salah seorang nasabah yang kreditnya macet. Secara sistem, orang yang datang harus mengambil nomor dan menunggu (seperti di Bank), namun dia tidak mau dengan alasan tidak biasa dan tidak mau mengantri 😦

Oalah, dasar orang kaya tapi sok sibuk !!!”, kata satpam disitu dengan dongkolnya.

Menurut saya antri sangat erat korelasinya dengan disiplin. Kalo kita gak mau antri, ya jangan telat. Harus bangun pagi, siap-siap dan berangkat pagi lebih pagi. Bisa to ? ya pasti bisa, kalau tidak bisa dan tidak biasa, ya kudu siap dengan konsekuensinya.

Nah budaya antri inilah yang menurut saya masih belum sepenuhnya membudaya di negeri kita. Orang masih lebih main serobot, suka membayar ”lebih” agar bisa didahulukan, dan oknum juga menyanggupi. Ya sudah suka sama suka jadinya, yang penting kepentingannya sendiri bisa lebih cepat selesai. Nah apakah ini contoh yang baik di masyarakat ?

Padahal dari hal kecil seperti antri kita bisa berlatih sabar, menahan emosi, dan berpikir positif. Disela-sela antri kita bisa membaca, mengobrol dengan orang di sekeliling kita, sampai menawarkan produk. Manfaatnya pasti jauh lebih besar. Jangan sampai orang negatif thinking ke kita gara-gara tidak mau antri. Semoga budaya antri bisa menjadi kebiasaan kita semua. Pasti Bisa. Gak mau Antri, Apa Kata Dunia ?

So, tunggu apa lagi….antri dulu yuk. Semoga bermanfaat dan Salam Sukses Selalu 🙂

Iklan

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: